SAHUR YANG BAIK
Tuesday, May 7, 2019
Add Comment
Sahur dalam islam adalah aktivitas makan seorang islam yang hendak menjalankan ibadah puasa saat sebelum terbitnya fajar.
Menahan lapar dari waktu fajar hingga terbenamnya matahari tentunya hal
yang di rasa berat, sehingga makan sahur merupakan keringanan (rukhsah)
bagi seseorang yang ingin mengerjakan puasa dari Allah SWT.
Perintah Sahur
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur” (HR. Ahmad 3/367)
“Barang siapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur” (HR. Ahmad 3/367)
Puasa tetap sah tanpa Sahur
Tanpa sahur pun puasa seseorang tetap sah karena sahur bukan merupakan syarat sah puasa. Hal ini terlihat dari sebuah hadits yang diceritakan oleh Aisyah RA:
Tanpa sahur pun puasa seseorang tetap sah karena sahur bukan merupakan syarat sah puasa. Hal ini terlihat dari sebuah hadits yang diceritakan oleh Aisyah RA:
“Suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui kami, dan
bertanya, ‘Apakah kalian punya makanan?’, Kami menjawab, ‘Tidak’,
kemudian belia bersabda: “Kalau begitu, saya akan puasa”. (HR. Muslim
1154, Nasai 2324, Tirmudzi 733)
Menu Sahur yang disunnahkan
Anjuran Rasulullah SAW untuk menu makan sahur adalah di antaranya buah
kurma. Hal ini sesuai dengan sebuah hadits sebagai berikut:
“Sahurnya orang mukmin adalah buah kurma”. (HR. Abu Daud)
Namun
bukan berarti sebuah keharusan untuk sahur dengan buah kurma, yang
terpenting adalah sagur dengan sesuatu yang halal dan baik.
Manfaat Sahur
Selain mendapatkan pahala karena telah melakukan sunnah Rasulullah SAW,
sahur sendiri juga memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:
- Allah SWT dan para malaikat bershalawat kepada orang yang bersahur
“Sahur
adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian
meninggalkannya walaupun hanya seteguk air, sesungguhnya Allah dan para
malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur”. (HR Ahmad
3/12, dari Abu Sa’id AlKhudri)
- Terdapat keberkahan saat bersahur
“Bersahurlah kalian karena dalam sahur adak keberkahan.” (HR. Bukhari 1789, Muslim 1835)
- Membedakan puasa seorang muslim dan puasanya ahli kitab (Yahudi dan Nasrani)
“Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur” (HR. Muslim)
Waktu yang baik untuk Sahur
Mengapa kita perlu memperhatikan waktu yang baik untuk mengakhiri makan
sahur? Hal ini penting agar makan sahur terkesan tidak terburu-buru dan
tanpa keragu-raguan karena telah melewati waktu faja ratau belum.
Sahur di sunnahkan untuk segera mengakhirinya yaitu ketika menjelang fajar. Waktu yang baik untuk mengakhiri sahur adalah berdasarkan hadits berikut:
“Kami pernah makan sahur bersama Nabi SAW. Kemudian kami pun berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas bertanya kepada Zaid, “Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?’ Zaid menjawab, “Sekitar membaca 50 ayat”. (HR. Bukhari 575, Muslim 1097)
Jarak yang baik antara selesai makan sahur dan shalat subuh jika di lihat dari riwayat hadits di atas adalah sekitar membaca 50 ayat Al-Qur’an, yang kemudian di ukur dengan membaca ayat-ayat sedang yaitu sekitar 30 menit hingga 15 menit sebelum waktu shalat subuh.
Keberkahan berpuasa akan sangat di rasakan jika kita selalu mengutamakan sunnah Rasulullah SAW. Hendaklah kita mengikuti tuntunan Beliau dalam melakukan segala aktivitas kita, termasuk dalam hal Makan Sahur.
Semoga bermanfaat.

0 Response to "SAHUR YANG BAIK"
Post a Comment