Sejarah Sepak Bola
Saturday, May 4, 2019
Add Comment
Sepak bola, siapa sih yang gak tau permainan yang paling di minati kaum adam ini. Dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan tua seakan-akan menjadi sebuah permainan dengan euforia tertinggi di dunia. Tidak hanya itu, banyak juga di kalangan kaum hawa yang turut ambil andil dalam permainan ini, baik sebagai pemain sepakbola maupun pendukung (Supporter/Fans) sebuah keseblasan sepak bola, ataupun mengidolakan salah seorang pemain bola ternama.
Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia, Sepak bola (bahasa Inggris: Football atau Soccer) adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan memasukan bola ke gawang lawan hingga sebuah tim yang mencetak terbanyaklah yang memenangkan pertandingan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan terbuka berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Sejarahnya, olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di Tiongkok pada masa Dinasti Han. Pada saat itu, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16 di Italia. Lalu permainan sepak bola banyak ditemukan di berbagai negara seperti Inggris, Meksiko, Romawi, Amerika Tengah hingga Romawi Kuno.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan peraturan-peraturan dasar. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.
Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia.
Seiring berjalannya waktu, sepak bola semakin diminati dan berkembang yang di tandai dengan terbentuk asosiasi sepak bola Inggris pada tahun 1863. Sedangkan munculnya wasit sebagai pemegang kekuasaan penuh untuk mengatur jalannya pertadingan mulai ada pada tahun 1888.
Asosiasi tertinggi sepak bola dunia mulai dibentuk dengan nama FIFA (Federation Internationale de Football Asosiation) pada 21 Mei 1904 di Prancis, dengan slogan “For The Game. For The World”. Pada saat itu, FIFA hanya beranggotakan 6 negara saja, yaitu Swedia, Swiss, Spanyol, Belanda, Belgia, dan Prancis. Asosiasi ini hingga sekarang memiliki 211 negara anggota ini bermarkas di Zurich, Swis.
FIFA kemudia memperlebar sayapnya dengan mendirikan enam badan Asosiasi Regional yang terdiri atas beberapa negara, yaitu:
Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia, Sepak bola (bahasa Inggris: Football atau Soccer) adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan memasukan bola ke gawang lawan hingga sebuah tim yang mencetak terbanyaklah yang memenangkan pertandingan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan terbuka berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Sejarahnya, olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di Tiongkok pada masa Dinasti Han. Pada saat itu, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16 di Italia. Lalu permainan sepak bola banyak ditemukan di berbagai negara seperti Inggris, Meksiko, Romawi, Amerika Tengah hingga Romawi Kuno.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan peraturan-peraturan dasar. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.
Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia.
Seiring berjalannya waktu, sepak bola semakin diminati dan berkembang yang di tandai dengan terbentuk asosiasi sepak bola Inggris pada tahun 1863. Sedangkan munculnya wasit sebagai pemegang kekuasaan penuh untuk mengatur jalannya pertadingan mulai ada pada tahun 1888.
Asosiasi tertinggi sepak bola dunia mulai dibentuk dengan nama FIFA (Federation Internationale de Football Asosiation) pada 21 Mei 1904 di Prancis, dengan slogan “For The Game. For The World”. Pada saat itu, FIFA hanya beranggotakan 6 negara saja, yaitu Swedia, Swiss, Spanyol, Belanda, Belgia, dan Prancis. Asosiasi ini hingga sekarang memiliki 211 negara anggota ini bermarkas di Zurich, Swis.
FIFA kemudia memperlebar sayapnya dengan mendirikan enam badan Asosiasi Regional yang terdiri atas beberapa negara, yaitu:
- CONMEBOL (Confederación Sudamericana de Fútbol). Didirikan pada 9 Juli 1916. CANMEBOL bermarkas di Luque, Paraguay dan memiliki 10 asosiasi nasional yang menaungi negara-negara Amerika Selatan.
- AFC (Asian Football Confederation). Didirikan pada 8 Mei 1954 di Manila, Filipina. AFC bermarkas di Kuala Lumpur, Malaysia, dan memiliki 47 asosiasi nasional yang menaungi negara-negara Asia, tidak termasuk Siprus dan Israel, namun termasuk Australia.
- UEFA (Union of European Football Associations). Didirikan di Basel, Swiss, pada 15 Juni 1954. UEFA bermarkaskan di Nyon, Swiss, dengan jumlah anggoota 54 asosiasi nasional yang menaungi negara-negara Eropa.
- CAF (Confederation Africaine de Football). Didirikan di Khartoum, Sudan, pada tahun 1957. CAF bermarkas di Kairo, Mesir, dan memiliki 56 asosiasi nasional yang menaungi negara-negara Afrika.
- CONCACAF (Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football). Didirikan pada 18 September 1961di Kota Meksiko, Meksiko. CONCACAF Bermarkas di New York, Amerika Serikat, jumlah anggota 41 asosiasi nasional yang menaungi Amerika Utara, Amerika Tengah, Karibia.
- OFC (Oceania Football Confederation). Didirikan pada 15 November 1966 di Australia, Selandia Baru. OFC bermarkaskan di Auckland, Selandia Baru, dengan 16 asosiasi nasional yang menaungi negara-negara di Oseania.
Kompetisi tertinggi sepak bola yang diadakan FIFA ialah Piala Dunia (FIFA World Cup), yaitu kompetisi sepak bola internasional 4 Tahunan yang diikuti oleh tim nasional putra senior semua negara aggota FIFA.
Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat ya.😉
Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat ya.😉

0 Response to "Sejarah Sepak Bola"
Post a Comment